Senin, 19 Desember 2011

DNS,IPv4 dan IPv6




DNS ( DOMAIN NAME SERVER )
DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.
Atau dengan kata lain DNS adalah server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya.

DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. DNS (Domain Name Server) ini melakukan encode atau menerjemahkan dari domain google.com ke dalam bentuk deretan angka unik yaitu berupa IP.  misal google.com IP nya adalah 208.67.219.231. Jadi bila kita masukan 208.67.219.231 pada browser maka juga akan membuka domain google.com tersebut.
Penggunaan DNS sangat penting artinya dalam dunia Internet, karena dengan menggunakan DNS yang tepat, akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kecepatan browser ketika berselancar di Internet.
DNS ditemukan pada tahun 1983 oleh Paul Mockapetris, spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

v  Fungsi DNS
a.      Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
b.      Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer. Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,13 root server digunakan oleh seluruh dunia.

v  Keunggulan DNS
a.      DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP.
b.      DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin).
c.       User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address.

v  Kekurangan DNS
a.      DNS tidak mudah untuk di implementasikan.
b.      Tidak konsisten.
c.       Tidak bias membuat banyak nama domain.


v  Query DNS
Mekanisme Query DNS :
a.      Query DNS sama seperti menelusuri alamat pos biasa
b.      Untuk menelusuri alamati, alamat dibaca dari belakang.

Contoh : Query ke “www.paume.itb.ac.id” dilakukan dengan urutan
.id
.ac.id
.itb.ac.id
.paume.itb.ac.id
www.paume.itb.ac.id = 167.205.21.82
Ada proses cache untuk mempercepat







v  Klasifikasi Nama Domain

•         gTLD (generic Top Level Domain)
Domain yang populer: .com, .net, .org, .gov, .mil, .edu, .int
Sudah ditambah dengan domain-domain lain .aero, .biz, .coop, .info, .museum, .name, .pro
http://www.iana.org/gtld/gtld.htm

•         ccTLD (country code Top Level Domain)
.ID, .JP, .SG, .US, dll.
Masing-masing dikelola oleh seorang administrator yang ditunjuk oleh IANA





















TCP/IP
A. Pengertian IP dan fungsi
Internet Protokol adalah sistem pengalamatan peralatan berbentuk angka yang memungkinkan identifikasi satu peralatan dari peralatan lain dalam satu jaringan terbuka yang sangat besar seperti Internet, agar data yang dikirimkan dapat sampai ke tujuan yang tepat (Onno W. Purbo ).
Fungsi Internet Protokol adalah menyampaikan datagram dari satu komputer ke komputer lain tanpa tergantung pada media komputasi yang digunakan ( J. Postel  ).
IP address merupakan alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.
IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch).
Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.
Contoh:

NETWORK ID
HOST ID
192
168
0
1














B. Penggolongan Alamat IP


IP address dibagi dalam tiga kelas, diantaranya :
1. IP address kelas A
IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar.  Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:
Network ID = 113
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.
2. IP address kelas B
IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar.
Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1
Network ID = 132.92
Host ID = 121.1
Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xx


3. IP adress kelas C
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.
Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

IPv4
Penulisan Alamat IPv4
Panjang alamat IPv4 sebesar 32 bit. Alamat IPv4 pada dasarnya terdiri dari dua bagian utama, yaitu identitas jaringan (network ID) dan identitas computer (host ID). Network ID menyatakan identitas dari jaringan di mana computer tersebut berada, sementara host ID menyatakan identitas dari computer itu sendiri.
Pembagian kelas IPv4 :
Kelas A = 00000000 s/d 01111111 =      0  s/d  127
Kelas B = 10000000 s/d 10111111  =   128  s/d  191
Kelas C = 11000000 s/d 11011111  =   192  s/d  223
Kelas D = 11100000 s/d 11101111  =   224  s/d  239
Kelas E  = 11110000 s/d 11111111  =   240  s/d  255
Contoh alamat IPv4
            202.149.240.66 dengan menggunakan contoh ini, jika administrator men-setup jaringan dengan semua computer yang memiliki bagian nilai yang sama. 202.149.240.xxx angka yang bergaris bawah merupakan network ID-nya, sedangkan xxx adalah host ID-nya. Kelas pada IPv4 mewakili sebuah grup alamat yang dapat dikenali software sebagai suatu jaringan fisik. Untuk mengetahui suatu alamat IPv4 itu termasuk kelas apa, kita harus merubah alamat IPv4 tersebut ke dalam nilai biner, contoh:
            10.149.240.66
            00001010.10010101.11110000.10000010
dengan memperhatikan 3 nilai biner pertama kita bisa mengatakan alamat IPv4 di atas adalah kelas A
IPv6
Penulisan Alamat IPv6
Yang menarik dari IPv6 adalah penjang alamat sebesar 128 bit. Notasi alamat IPv6 ditulis dalam hexadesimal yang dipisahkan dengan karakter ”:”. Contohnya sebagai berikut:
            • 3ffe:0501:008:1234:0260:97ff:fe40:efab
            • ff02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001
            Angka nol didepan dapat diabaikan sehingga penulisan menjadi:
            • 3ffe:501:8:1234:260:97ff:fe40:efab
            • fe02:0:0:0:0:0:0:1
Angka nol yang berurutan dapat digantikan dengan karakter ”::”, sehingga penulisan menjadi:
            • fe02::1
Alamat IPv6 yang mempunyai panjang 128 bit dalam hexadesimal tentunya sulit dihafalkan karena itu alamat numerik jarang digunakan, lebih mudah menggunakan hostname, untuk itu DNS memegang peranan penting.
Alamat IPv6 sendiri terbagi atas beberapa macam, berdasarkan RFC 3513 :
            • Unspecified dengan notasi ::/128
            • Loopback dengan notasi ::1/128
            • Multicast dengan notasi ff00::/8
            • Link local unicast dengan notasi FE80::/8
            • Site local unicast dengan notasi FEC0::/8
            • Global unicast



Alamat yang akan digunakan untuk berkomunikasi dengan internet adalah alamat global unicast. Pembagian alokasi alamat global berdasarkan registrar (RFC 2928) adalah:
            • IANA 2001:000::/29 sampai 2001:01F8::/29
            • APNIC 2001:200::/29 sampai 2001:03F8::/29
            • ARIN 2001:400::/29 sampai 2001:05F8::/29
            • RIPE NCC 2001:600::/29 sampai 2001:06F8::/29
Mekanisme Automatic Tunneling berfungsi melewatkan paket IPv6 melalui jaringan IPv4 yang telah ada, tanpa merubah infrastruktur jaringan IPv4.  Mekanisme Automatic Tunneling mempunyai prinsip kerja mengenkapsulasi paket IPv6 dengan header IPv4, kemudian paket tersebut langsung dikirimkan ke jaringan IPv4.
Fungsi dari enkapsulasi paket IPv6 dengan header IPv4 adalah agar paket dapat diroutingkan oleh router IPv4. Namun dengan penambahan header IPv4 ini tentunya paket akan bertambah besar sesuai panjang header IPv4 yaitu 20 byte.Pertambahan panjang paket ini akan berakibat bertambah pula waktu delay pengiriman paket.

Kesimpulan :
IPv4 adalah protokol yang sudah sangat tua yang tidak mampu mendukung kebutuhan akan komunikasi yang aman, routing yang fleksibel maupun pengaturan lalu lintas data. Alasan-alasan inilah yang mendorong munculnya IPv6 ( Internet protocol generasi berikut ).
IPv6 yang memiliki kapasitas address raksasa, mendukung penyusunan address secara terstruktur, yang memungkinkan Internet terus berkembang dan menyediakan kemampuan routing baru yang tidak terdapat pada IPv4.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar